Jumat, 16 Okt 2026
Advertorial

Kesehatan Kaltim Terancam: Andi Satya Serukan Insentif bagi Dokter di Daerah Terpencil

harianbenua.com – Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi persoalan serius dalam bidang kesehatan, dengan jumlah dokter yang jauh di bawah standar ideal. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 dokter untuk populasi 4 juta jiwa, padahal idealnya diperlukan 4.000 dokter untuk memastikan akses kesehatan yang memadai.

“Jumlah dokter di Kaltim saat ini masih jauh dari ideal,” ujar Andi Satya Adi Saputra, anggota DPRD Kaltim dan dokter spesialis, dalam pernyataannya pada Kamis (31/10/2024). Ia mencatat bahwa distribusi dokter sangat tidak merata, dengan sebagian besar berada di kota-kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, sementara daerah pedalaman mengalami kekurangan.

“Ini menyulitkan masyarakat di wilayah terpencil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai,” tambah Andi Satya. Ia menyebutkan bahwa faktor insentif dan fasilitas yang lebih baik di kota besar menjadi alasan utama ketertarikan dokter untuk bekerja di sana.

Andi Satya menyarankan agar pemerintah memberikan insentif menarik bagi dokter yang mau bertugas di daerah pedalaman, serta mendanai pendidikan putra-putri daerah di fakultas kedokteran. “Dengan program kuliah gratis, kita bisa mendorong lebih banyak putra-putri daerah untuk menjadi dokter dan kembali mengabdi di kampung halaman mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan gratis ini tidak hanya bertujuan mencetak dokter berkualitas, tetapi juga memastikan mereka kembali ke daerah asal untuk memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. (adv)

– Husaini



Baca Juga